Di sebuah
hutan, Ada seorang laki-laki yang mencium bau bunga dan dia melihat ada seorang
perempuan yang tertidur di bawah pohon. Laki-laki itu menghampiri si perempuan
dan menciumnya. Perempuan itu terbangun dan melihat seekor kuda berwarna putih.
Kuda itu mengedipkan matanya dan perempuan itu balas mengedipkan matanya. Kuda
itu masuk ke dalam hutan dan perempuan itu terus mengikutinya. Perempuan itu
sempat kehilangan jejak kuda namun dia kembali menemukan kuda itua da di sebuah
bukit. Perempuan itu pun berjalan menaiki bukit untuk melihat kuda putih itu.
Tiba-tiba saja taman bukit itu di tumbuhi bunga dan munculah laki-laki tadi.
Laki-laki tadi tersenyum melihat si perempuan dan berjalan mendekatinya. Si
perempuan sudah memejamkan mata dan memonyongkan mulutnya siap di cium. Si
laki-laki semakin mendekati perempuan itu dan ternyata semua ini adalah MIMPI.....
Oh Ha Ni, si
perempuan yang ada di dalam mimpi itu terbangun karena mendengar bunyi bel
sekolahnya. Dia ketiduran di bangu taman sekolah dan dia langsung panik karna
telat. Ha Ni berlari menuju sekolah tapi ternyata dia melupakan buku sketsa-nya
sehingga dia kembali mengambil buku sketsa itu dan berlari menuju sekolah.
Di kelas 3-7 Seperti biasa Ibu Guru Kang Yi sedang menerangkan pelajaran namun
murid-muridnya tidak ada satupun yang memperhatikan. Salah satu murid yang tidak
memperhatikan adalah Ha Ni. Guru Kang Yi memanggil nama Ha Ni beberapa kali dan
Ha Ni pun sadar dari lamunannya. Guru Kang Yi bertanya, "Apa yang
dipikirkan oleh Ha Ni kita di pagi-pagi seperti ini?" Pertanyaan itu
membuat semua teman-teman kelas Ha Ni tertawa.
Bong Joon Gu salah satu teman Ha Ni di kelas terus memperhatikan Ha Ni sehingga
Guru Kang Yi pun menegurnya dan membenarkan cara duduk Joon Gu. Guru Kang Yi
bertanya, "Anak-anak... Belajar itu sangat susah kan?" Murid-murid
menjawab Iya dengan suara yang pelan, Guru Kang Yi kembali menanyakan hal yang
sama dan suara murid-murid menjawab Iya pun mulai keras. Guru Kang Yi bilang
bahwa dia juga pernah merasakan menjadi Kakek Kelas saat sekolah dulu. Guru
Kang Yi berjalan ke arah teman-teman Joon Gu dan menegur mereka karna ada yang
tidur dan juga sengaja menggambar mata di matanya sehingga terlihat sedang
membuka mata padahal sedang tertidur.
Guru Kang Yi
mulai bilang bahwa hal yang lebih susah dari anak Kelas 3 SMA itu adalah
Guru-guru yang harus mengajarkan mereka. Guru Kang Yi terus membahas tentang
besarnya tanggung jawab seorang guru kelas 3 dan kata-kata itu berhasil membuat
murid-murid di kelas 3-7 terdiam semua....
Saat
istirahat, Bye Bye Sea yang merupakan teman-teman Joon Gu seperti biasa mereka
bermain music di kantin dengan memakai Gitar, Ember yang di jadikan drum dan
juga pianika, bahkan ada juga salah satu teman mereka yang sengaja menari
tap-tap dance. Hal itu membuat suasana di Kantin lebih ceria.
Ha Ni seperti biasa makan siang di kanton bersama kedua temannya yaitu Jung Joo
Ri dan Go Min Ah. Mereka membahas nilai mereka yang sepertinya sudah pasti
jelek. Joo Ri bilang bahwa hal itu bukanlah hal aneh lagi karna mereka ini
sudah langganan nilai terburuk, jadi mengapa mereka harus sedih?
Min Ah mencoba bertanya tentang rumah Ha Ni yang baru di renovasi dan Ha Ni
bilang bahwa dia sama sekali belum membersihkan rumah karena Papah-nya dan juga
dia selalu pulang telat ke rumah. Joo Ri mengusulkan agar Joon Gu saja yang
membersihkan rumah Ha Ni karna pasti Joon Gu mau di minta bantuan apapun oleh
Ha Ni. Min Ah dan Ha Ni langsung tertawa. Joo Ri bilang bahwa Joon Gu itu
sepertinya sangatmenyukai Ha Ni karna buktinya Joon Gu sengaja masuk ke ekskul
club seni.
Min Ah bertanya pada Joo Ri, "Apakah kau tidak pernah bosan memakan
itu?" Joo Ri menjawab "Apa? Makan ini? Jika anak pemilik toko kaki
babi bosan memakannya lalu siapa yang akan memakannya hah? Ha Ni apakah kau
tidak bosan makan Mie? Maksudku kau kan anak pemilik toko mie, apakah kau tidak
bosan selalu makan Mie?" Ha Ni menjawab dengan ceria bahwa dia tidak
mungkin bosan makan Mie buatan Papahnya. Joo Ri setuju karna Mie buatan Papah
Ha Ni memang sangat enak sekali. Min Ah juga setuju.
Hong Jang Mi
lewat di dekat Ha Ni dan berkata, "Hallo." Ha Ni memabalas sapaan
itu. Joo Ri dan Min Ah merasa aneh dan bertanya, "Apakah tadi dia baru
saja menyapa kita?"
Jang Mi memasukan koin ke mesin minuman namun minuman tidak juga keluar dan
uang koin pun tidak juga keluar. Bye Bye Sea langsung memainkan musik dan Ha Ni
mempersiapkan diri dengan memperpanjang celana street-nya dan berjalan menuju
mesin minuman. Ha Ni tersenyum pada mesin minuman itu lalu menendangnya
sehingga kaleng minuman yang diinginkan oleh Jang Mi keluar. Bye Bye Sea
langsung berteriak senang dan Ha Ni pun kembali ke tempat duduknya.
Jang Mi
tidak begitu menyukai Ha Ni tapi akhirnya dia mengatakan Terima Kasih. Jang Mi
duduk bersama teman-temannya dan mereka mulai membahas Baek Seung Jo yang kali
ini mendapatkan peringkat 1 di sekolah. Jang Mi bilang bahwa hal itu sudah
pasti karna Seung Jo berhasil mendapatkan nilai sempurna yaitu 500 dari 5 mata
pelajaran ujian.
Joo Ri
mendengar pembicaraan itu dan bertanya pada Ha Ni, "Apakah Sung Jo
berhasil mendapatkan nilai sempurna kembali? Dia itu Manusia atau bukan?"
Ha Ni menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Menurutku dia bukan manusia.
Dia peri, peri hutan. Jadi aku mengikuti seekor kuda putih yang secara
tiba-tiba menghilang dan dia tiba-tiba muncul. Benar-benar... Bagaimana aku
menyebutnya ya? Hmm Ini seperti sesuatu yang sangat cantik sampai-sampai aku
ingin menggiggitnya. Hmm aku saat itu merasakan apa yang di rasakan oleh
Vampire. Mungkin pada awalnya Vampire juga merasakan hal ini. Leher wanita yang
dia cintai pastinya putih bersih dan cantik sekali. Dia tidak ada pilihan lain
selain menggiggitnya."
Joo Ri dan Min Ah menggelengkan kepala karna mendengar cerita dari Ha Ni. Joo
Ri bilang dari pada seperti itu maka sebaiknya Ha Ni menggiggit kaki babi saja.
Ha Ni tidak mau dan bilang bahwa dia ini tidak mengada-ngada.
Tiba-tiba
terdengar suara ribut dari para anak perempuan. Mereka ribut-rbut karna ada
Seung Jo masuk kedalam kantin. Seung Jo tiba-tiba berhenti dan seperti berjalan
menuju ke Ha Ni tapi sebenarnya dia berjalan menuju ke mesin minuman. Jang Mi
langsung menghampiri Seung Jo dan bilang bahwa dia baru membeli minuman dan
Seung Jo boleh meminumnya. Seung Jo tidak mempedulikan Jang Mi dan memilih
minuman kaleng di mesin.
Jang Mi tertawa dan bilang bahwa ibunya menitipkan salam untuk ibunya Seung Jo.
Jang Mi lalu memperkenalkan diri pada Seung Jo bahwa dia ini adalah Hong Jang
Mi dan ibu dia sangat akrab dengan ibunya Seung Jo. Seung Jo tetap tidak
mempedulikannya dan terus fokus pada mesin minuman yang tidak juga mengeluarkan
minuman yang diinginkan Seung Jo. Jang Mi bilang bahwa mesin itu kembali rusak
dan dia langsung memanggil Ha Ni. Jang Mi mengatakan pada Seung Jo bahwa Ha Ni
adalah senior yang tadi membantunya mengambil minuman dari mesin yang agak
macet.
Ha Ni
benar-benar malu untuk melakukan ini apalagi di depan Seung Jo. By Bye Sea
mulai bermain musik dan Ha Ni pun berdiri siap berjalan menuju ke mesin
minuman. Ha Ni mengambil kuda-kuda dan menendang mesin minuman. Seung Jo yang
melihat itu langsung kaget, sementara Ha Ni merasa sangat malu sekali
sampe-sampe dia tidak berani menatap wajah Seung Jo.
Jang Mi mengambilkan minuman Seung Jo dan memberikannya pada Seung Jo. Seung Jo
langsung berjalan pergi dan Jang Mi terus mengikutinya sambil terus
bertanya-tanya mengenai nilai ujian yang di dapatkan oleh Seung Jo. Joo Ri
kesal melihat sikap Seung Jo yang seperti itu dan dia dengan sengaja berteriak
menyebutkan nama Ha Ni agar Seung Jo mengetahui nama Ha Ni, "Oh Ha Ni! Ha
Ni! OH! HA! NI! OH HA NI!!!" Seung Jo mendengar hal itu dan langsung
menghampiri Ha Ni. Ha Ni kaget dan langsung mencoba tersenyum tapi ternyata
Seung Jo bukan menghampiri dirinya tapi menghampiri Mesin minuman untuk mengambil
koin miliknya.
Di ruang
seni, Ha Ni benar-benar merasa sangat malu sekali akan kejadian tadi di kantin.
Joo Ri terus mendesak Ha Ni agar menyatakan cinta pada Seung Jo karna waktu
mereka di sekolah itu hanya sebentar lagi. Ha Ni dengan percaya diri bilang
bahwa Seung Jo tidak mengungkapkan perasaannya pada dia karena Ha Ni belum
mengungkapkan perasaannya pada Seung Jo. Ha Ni dengan sangat yakin bilang bahwa
dia akan mengungkapkan perasaannya dengan cara yang luar biasa.
Joo Ri mengusulkan agar Ha Ni memakai sebuah topeng dan mengatakan perasaannya
pada Seung Jo. Ha Ni menyukai ide itu namun ternyata Joo Ri hanya bercanda.
Lalu Ha Ni menanyakan ide dari Min Ah yang sering membaca buku. Min Ah bilang
bahwa binatang biasanya mengungkapkan perasaan dengan cara menari pasangan. Ha
Ni pun mulai membayangkan dirinya menari berpasangan dengan Seung Jo.
Dalam
bayangan Ha Ni, nanti dia akan berdansa Swan Lake. Akan ada banyak para penari
laki-laki yang berusaha mengajanya berdansa namun dia menolak dan akhirnya
melihat Seung Jo. Seung Jo mengajak Ha Ni berdansa dan Ha Ni so jual mahal
dengan menolaknya namun dia kembali berlari ke Seung Jo dan Seung Jo langsung
mengangkatnya ke atas. Ha Ni merasa ada yang aneh dan tiba-tiba saja Seung Jo
mendorongnya pergi. Ha Ni pun kembali ke alam sadarnya dan merasa kesal.
Jang Mi dan
teman-temannya masuk ke ruang seni dan bilang bahwa mereka akan satu kelas
untuk club seni. Jang Mi bertanya, "Bukankah kalian sudah kelas3? Kenapa
tidak belajar?" Joo Ri menghampiri Jang Mi dan bilang bahwa mereka memang
kelas 3 dan mereka tidak belajar! Jung Mi kesal atas sikap Joo Ri dan Joo Ri
juga kesal pada Jung Mi.
Jang Mi terus memandangi daerah dada Ha Ni. Ha Ni melihat dadanya lalu melihat
dada Jang Mi yang sangat besar. Ha Ni bertanya, "Apakah Seung Jo menyukai
perempuan yang berdada besar?" Jang Mi menjawab, "Tentu saja. Dia itu
laki-laki." Ha Ni langsung lemas mendengar hal ini. Jang Mi lalu
menanyakan Joon Gu yang seharusnya ada di ruang seni karna Joon Gu akan menjadi
model pada hari ini.

Joon Gu dan
Bye Bye Sea masuk kedalam ruang seni dan mereka membuka satu koper yang ada
panci. Joo Ri langsung mengambil panci itu dan bertanya apa isi panc. Joon Gu
dengan malu-malu menyebutkan bahwa isi panci itu adalah Sup Ayam. Joo Ri sangat
senang dan ingin membuka panci namun Joon Gu langsung merebut panci itu dan
menyerahkannya pada Ha Ni. Ha Ni bertanya, "Kenapa kau memberikan ini
padaku?" Joon Gu menjawab, "Lihatlah kau ini sangat kurus."
Jang Mi kesal melihat hal itu dan meminta Joon Gu cepat menjadi model mereka
karna mereka tidak memiliki waktu yang lama. Joon Gu mengerti dan memberikan
panci itu kepada Ha Ni. Joo Ri diam-diam mau mengambil panci itu dari tangan Ha
Ni namun Joon Gu langsung melarangnya dan meminta Ha Ni memakannya.
Jang Mi
menjadikan Joon Gu sebagai model untuk di gambar hari ini dan Jang Mi membuat
Joon Gu bergaya seperti orang yang berlari kencang. Joon Gu merasa lelah namun
dia tetap bertahan karna dia melihat bahwa Ha Ni sedang menggambarnya. Ha Ni
memang menggambar Joon Gu tapi sebenarnya dia masih terus memikirkan cara untuk
mengungkapkan perasaannya pada Seung Jo.
Di ruang
guru, Guru Kang Yi sedang menonton dari HPnya dan dia tertawa puas. Guru Kang
Yi melihat ada Guru Ji Oh yang sedang menerangkan sesuatu pada guru lain. Guru
Kang Yi semakin memperbesar suara ketawanya dan tiba-tiba ada yang mengambil
HPnya. Guru Kang Yi sangat marah namun dia tidak jadi marah karena yang
mengambil HPnya itu adalah Kepala Sekolah.
Kepala sekolah memperlihatka sebuah kertas yang berisi grafik data nilai murid.
Kepala Sekolah bertanya, "Apakah kau maish bisa terus tertawa saat melihat
nilai ini, Bu Song Kang Yi? Kelasnya Pak Song Jo Oh memiliki stiker putih dan
banyak muridnya yang menduduki peringkat atas. Dan di peringkat bawah banyak
sekali stiker biru yang artinya itu dari kelasmu. Bukankah ini sangat biru
sekali Bu Song Kang Yi?" Guru Kang Yi tersenyum dan bilang bahwa itu
terlihat seperti lautan.
Kepala sekolah sangat marah dan menyebut nama Marga Guru Kang Yi yaitu marga
Song. Guru Ji Oh juga nama marganya Song makanya dia mengir bahwa Kepala
sekolah memanggilnya. Kepala Sekolah bilang bahwa yang dia maksudkan adalah Ibu
Guru Song, bukan Bapak Guru Song. Kepala sekolah berkata, "Bu Kang Yi,
kelasmu membuat rata-rata nilai sekolah ini menurun. Anak-anak ini yang bernama
Oh Ha Ni, Min Ah, Joo Ri dan Joon Gu yang menempati rengking terakhir. Lakukanlah
sesuatu pada 4 pengacau ini! Mungkin sebaiknya murid ini tidak di ikut sertakan
ujian!"
Seung Jo masuk ke ruang guru untuk mengumpulkan beberapa buku. Seung Jo lewat
di depan Kepala Sekolah dan Kepala sekolah bilang bahwa dia sangat bangga karna
ada murid di sekolah ini yang seperti Seung Jo. Dan Seung Jo ini adalah murid
dari kelasnya Guru Ji Oh.
Jang Mi bilang kalau kelas seni sudah mau selesai dan Joon Gu sudah boleh berhenti
bergaya. Bye Bye Sea pun langsung turun tangan untuk membantu Joon Gu. Jang Mi
melihat gambar setiap anak dan gambar Min Ah cukup bagus. Jang Mi melihat
gambar Ha Ni dan dia langsung berteriak kaget. Joon Gu penasaran dengan apa
yang di gambar oleh Ha Ni dan ternyata Ha Ni menggambar pose Joon Gu namun
wajahnya itu adalah wajah Seung Jo.
Sepulang sekolah Ha Ni selalu mampir ke Restaurant milik Papahnya dan membantu
sebagai kasir. Seperti biasa Papahnya selalu menjemur Mie-mie itu di sebuah
ruangan dan Ha Ni bilang bahwa dia selalu melihat Papahnya melakukan ini dari
sejak dia kecil. Ha Ni kelihatan bingung dan dia pun memberanikan diri bertanya
pada Papahnya, "Papah, bagaimana cara kau menyatakan cinta pada Ibu? Ah
Papah tau kan temanku yang bernama Joo Ri? Hmm dia sedang menyukai seseorang
dan dia sedang berfikir cara untuk menyatakan cintanya."
Papah Ha Ni pun mulai bercerita bahwa dahulu dia pernah membawa Ibu Ha Ni
jalan-jalan dengan mobil tua untuk keliling kota. Ibu Ha Ni di tengah jalan
menjerit ingin diturunkan karna mobil itu benar-benar sangat tua. Tapi Papah Ha
Ni tidak mau menurunkannya dan balas bertanya, "Kau ingin menciumku atau
berkencan denganku? Apa kau ingin berkencan denganku atau tinggal bersamaku?
Atau kau hanya ingin hidup bersamaku dan mati bersamaku?" Ha Ni
benar-benar tertarik mendengar cerita itu dan dia bertanya, "Apakah Ibu
mengatakan ingin hidup bersamamu?" Papah menjawab, "Bukan. Dia
berkata 'Apa kau ingin mati hah? Jangan vercanda padaku' Hahaha dia mengatakan
itu padaku."
Ha Ni kesal karna akhir ceritanya seperti itu. Papah lalu melanjutkan
ceritanya, "Tapi kemudian dia bilang padaku bahwa dia mulai
menyukaiku." Ha Ni senang mendengar hal itu.
Ha Ni lalu membayangkan bahwa dia dan teman-temannya adalah anak geng motor
yang mengejar Seung Jo. Seung Jo berusaha kabur namun dtidak ada celah untuk
kabur karna semua gedung telah diisi oleh para geng motor. Seung Jo benar-benar
sudah di kepung dan Ha Ni pun langsung bertanya, "Hey Baek Seung Jo... Kau
ingin menciumku atau berkencan denganku? Apa kau ingin berkencan denganku atau
tinggal bersamaku? Atau kau disana BAM! Apa kamu mau dikubur hidup-hidup?"
Seung Jo langsung berjalan ke sebuah peti mati dan tiduran. ternyata Seung Jo
lebih memilih untuk di kubur hidup-hidup. Jelas hal ini membuat Ha Ni sangat
kaget.
Ha Ni bengong dan Papahnya pun mengganggu Ha Ni. Papahnya bilang bahwa surat
cinta adalah cara terbaik untuk menyatakan cintanya. Ha Ni akhirnya mendapatkan
ide dan pamit pergi. Papahnya lalu bertanya-tanya, "Hmm apakah dia sedang
menaksir seseorang?"
to be countinued ^^